Depan ADAT TUNDAN

ADAT TUNDAN

TUNDAN adalah salah satu tradisi masyarakat  Desa Mandapajaya, Kecamatan Cilebak, Kuningan. Tradisi ini dilakukan oleh seluruh masyarakat Desa Mandapajaya dengan tujuan mengusir segala macam hama tanaman yang menyerang sawah dan mengusir segala macam penyakit yang menyerang warga. Dikutip dari buku Galuh Purba , tradisi tundan sudah ada sejak zaman dahulu di Desa Mandapajaya. Masyarakat setempat melestarikan tradisi ini sebagai wujud kecintaan terhadap adat istiadat daerahnya. Tradisi ini dilaksanakan ketika tanaman petani diserang hama seperti tikus, wereng, ulat, dan lain sebagainya. Tradisi tundan dapat juga dilakukan ketika banyak warga diserang penyakit yang sulit disembuhkan. Akan tetapi, saat ini tradisi tundan lebih ditekankan ketika ada hama yang menyerang tanaman. Tradisi tundan tidak pasti dilaksanakan dalam setiap tahun, tetapi waktunya melihat situasi dan kondisi masyarakat sekitar. Tradisi ini biasanya dilakukan pada pagi hari. Sebelum dilaksanakan biasanya warga mempersiapkan berbagai keperluan yang harus dibawa, seperti sepasang tikus jantan dan betina yang akan dijadikan sebagai pengantin. Kedua tikus ini akan dibawa ke sungai Cijolang. Seorang membawa seekor tikus jantan dan seorang lagi membawa tikus betina. serta membawa pakaian bekas yang sudah tidak di pakai dan banyak lagi yang bembawa alat bunyi bunyian dari bambu untuk di mainkan ,masyarakat harus berjalan kaki sepanjang 4 kilo meter sesudah sampai di sungai semua barang bawaan di naikan ke atas perahu bambu dan sesudah itu perahu di dorong ke tengah sungai supaya terbawa air.sebelum pulang masyarakat doa bersama.